KEDATANGAN YESUS DAN
KESUDAHAN DUNIA
(Matius 24 : 3 - 8)
Bagaimana perasaan kita apabila ada pengumuman bahwa
hari ini adalah hari kiamat! Percaya atau tidak percaya. Menangis atau gembira.
Yakin atau khawatir. Apapun tanggapan kita akan hal itu, menunjukkan kita akan
kesiapan kita untuk kedatangan Tuhan Yesus Kristus Kedus Kali ke dunia ini. Hal
yang sama seperti itu juga dialami para
murid-murid sehingga mereka perlu mengetahui, apakah akan segera terjadi
peristiwa akhir zaman? Lebih jelasnya, mereka bertanya kepada Yesus, katanya:
"Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda
kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?" (Matius 24:3).
Pertanyaan
seperti ini membuktikan, Pertama, adanya perasaan khawatir tentang peristiwa alam
dan gejolak kejahatan manusia. Kedua, kedatangan Tuhan yang kedua kali menunjuk
tentang masa penghakiman untuk memilah orang percaya dari orang berdosa. Kedua
hal ini mereka butuhkan untuk menjamin konsistensi iman mereka supaya mereka
kuat, tabah, dan siap menghadapi tantangan dan resiko hidup.
Yesus
memberikan jawaban berupa tanda-tanda akhir.
Pertama, akan muncul banyak
nabi-nabi palsu yang menyesatkan orang-orang (ay. 5&11).
Kedua, terjadi deru perang dan kabar
tentang perang (ay. 6-7).
Ketiga, Penganiayaan terhadap orang
Kristen meningkat (ay. 9).
Tanda-tanda
di atas bisa mengakibatkan banyak orang percaya yang imannya tidak kuat
kemudian menjadi murtad dan meninggalkan Tuhan (ay. 10). Mengapa orang percaya
bisa menjadi murtad? Karena mereka kehilangan jati diri dan imannya lemah
kepada Tuhan, sehingga iman mereka pun menjadi rapuh (ay. 12).
Namun
tanda yang terakhir yaitu Keempat, Injil Tuhan akan diberitakan ke seluruh
dunia (ay. 14). Ini yang menyenangkan
hati. Kondisi sosial dan situasi alam yang terjadi seperti dimaksud oleh nats
ini menggambarkan bahwa manusia membutuhkan Juruselamat (penyelamat) ketika
menghadapi ancaman akhir zaman dan penyesatan. Oleh karena itu, hidup
keKristenan diingatkan oleh renungan pada Minggu Advent III ini bahwa sikap
kita tidak perlu takut, khawatir dan ragu tentang jaminan keselamatan yang
dinyatakan Tuhan, Allah kepada kita. Sebab Allah menyayangi dan melindungi
orang percaya sehingga Ia mengutus putra-Nya yang tunggal supaya setiap orang
yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan memperoleh hidup yang kekal
(Yohannes 3:16). Amin.

No comments:
Post a Comment