PERHATIAN

------------------- SELAMAT DATANG -------------------

31.7.26

ALLAH TIDAK MEMANDANG MUKA Kisah Para Rasul 10:34–35







ALLAH TIDAK MEMANDANG MUKA
Kisah Para Rasul 10:34–35


Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: "Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang.
Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya.


Petrus menyadari sebuah kebenaran besar setelah Allah mempertemukannya dengan Kornelius: "Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang." Kasih dan keselamatan Allah tidak dibatasi oleh suku, bangsa, status sosial, ataupun latar belakang seseorang. Di hadapan Tuhan, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk datang kepada-Nya.

Allah tidak melihat penampilan luar, melainkan hati yang takut akan Dia dan hidup dalam kebenaran. Siapa pun yang sungguh-sungguh mencari Tuhan dan mau menaati firman-Nya diterima oleh-Nya. Anugerah Allah terbuka bagi semua orang yang percaya kepada Yesus Kristus.

Karena itu, sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk memiliki hati yang sama seperti Tuhan. Jangan menghakimi atau membeda-bedakan orang berdasarkan kekayaan, pendidikan, jabatan, ataupun asal-usul. Kasih Kristus harus nyata melalui sikap yang menerima, mengasihi, dan melayani semua orang tanpa pilih kasih.

Hari ini, marilah kita bersyukur karena Tuhan menerima kita bukan karena kelayakan kita, tetapi karena kasih karunia-Nya. Biarlah hidup kita menjadi saluran kasih Allah, sehingga semakin banyak orang mengenal bahwa Tuhan adalah Allah yang mengasihi semua orang tanpa memandang muka.

Amin.

lihat selengkapnya......

Allah Menggenapi Semua Janji-Nya Yosua 21:43-45





Allah Menggenapi Semua Janji-Nya

Yosua 21:43-45

 

Setiap manusia pernah mengalami janji yang diingkari. Ada orang yang berjanji akan membantu, tetapi tidak datang. Ada pemimpin yang berjanji, tetapi tidak menepatinya. Ada sahabat yang berjanji setia, tetapi meninggalkan kita. Karena sering dikecewakan, banyak orang menjadi sulit percaya kepada janji.

Namun, firman Tuhan dalam Yosua 21:43-45 menyatakan bahwa Allah berbeda dengan manusia. Setelah perjalanan panjang sejak zaman Abraham, Ishak, Yakub, perbudakan di Mesir, pengembaraan di padang gurun, hingga penaklukan Kanaan, akhirnya Tuhan menggenapi semua yang telah dijanjikan-Nya.

Ayat 45 menjadi klimaksnya:

"Dari segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi."

Inilah kesaksian tentang kesetiaan Allah.

 

Latar Belakang Teks

Kitab Yosua ditulis setelah bangsa Israel memasuki Tanah Perjanjian. Pasal 21 berada pada bagian pembagian tanah kepada seluruh suku Israel, termasuk kota-kota orang Lewi.

Setelah bertahun-tahun berperang, akhirnya Israel menikmati damai dan melihat bahwa Tuhan sungguh-sungguh menggenapi firman-Nya.

 

1. Allah Memberikan Apa yang Dijanjikan-Nya (ayat 43)

"TUHAN memberikan kepada orang Israel seluruh negeri..."

Tanah Kanaan bukan hasil kekuatan Israel semata, melainkan pemberian Tuhan.

Allah pernah berjanji kepada Abraham (Kejadian 12:7), mengulanginya kepada Ishak (Kejadian 26:3), Yakub (Kejadian 28:13), dan Musa (Keluaran 3:8). Berabad-abad kemudian, janji itu menjadi kenyataan.

Pelajaran:

Janji Tuhan mungkin membutuhkan waktu.

Penundaan bukan berarti penolakan.

Allah bekerja menurut waktu-Nya yang sempurna.

 

 

2. Allah Memberikan Kemenangan dan Ketenangan (ayat 44)

"TUHAN mengaruniakan keamanan kepada mereka..."

Setelah perang panjang, Tuhan memberikan keamanan.

Damai sejati berasal dari Tuhan. Dunia hanya memberi damai sementara, tetapi Kristus memberikan damai yang tetap (Yohanes 14:27).

Aplikasi:
Orang percaya yang hidup dalam kehendak Tuhan akan mengalami damai, sekalipun keadaan hidup belum sempurna.

 

 

3. Tidak Ada Satu Pun Janji Tuhan yang Gagal (ayat 45)

Ayat ini adalah inti dari seluruh bagian.

"Tidak ada yang tidak dipenuhi."

Dalam bahasa Ibrani, ungkapan ini menegaskan bahwa tidak satu kata pun dari janji Tuhan jatuh ke tanah tanpa digenapi.

Bila Tuhan berjanji menyertai, Ia menyertai.
Bila Tuhan berjanji mengampuni, Ia mengampuni.
Bila Tuhan berjanji memberi hidup kekal, Ia pasti menggenapinya.

Karena Allah tidak pernah berdusta (Bilangan 23:19; Titus 1:2).

 

Ilustrasi

Seorang ayah berjanji kepada anaknya akan datang pada acara kelulusan. Anak itu menunggu dengan penuh harapan. Ketika sang ayah benar-benar datang, hati anak itu dipenuhi sukacita karena ia tahu ayahnya dapat dipercaya.

Demikian juga Allah. Ia tidak pernah mengecewakan orang yang berharap kepada-Nya.

 

 

Tokoh Alkitab

Abraham menunggu puluhan tahun hingga janji tentang Ishak digenapi.

Yusuf melihat mimpi Tuhan menjadi kenyataan setelah melewati penderitaan.

Kaleb menerima Hebron setelah menunggu 45 tahun (Yosua 14:10-14).

Maria menerima penggenapan janji Allah melalui kelahiran Yesus.

 

Ingat :

1) Percayalah kepada janji Tuhan meskipun belum melihat hasilnya.

2) Tetap taat walaupun prosesnya panjang.

3) Bersyukurlah atas setiap penggenapan Tuhan dalam hidup.

4) Jadilah pribadi yang dapat dipercaya, karena kita dipanggil meneladani Allah yang setia.

5) Dalam menjalankan Amanat Agung, jangan takut. Tuhan telah berjanji, "Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman" (Matius 28:20). Janji itu tetap berlaku bagi gereja hingga hari ini.

 

Kutipan Inspiratif

"Kesetiaan Allah tidak diukur dari cepat atau lambatnya jawaban-Nya, tetapi dari kepastian bahwa setiap janji-Nya akan digenapi pada waktu-Nya yang sempurna." (Muribo Pasaribu)

 

Kesimpulan

Yosua 21:43-45 menjadi monumen iman yang menyatakan bahwa Allah adalah Allah yang setia. Bangsa Israel akhirnya menyaksikan bahwa seluruh janji Tuhan kepada nenek moyang mereka digenapi tanpa ada satu pun yang gagal. Demikian pula dalam kehidupan kita, mungkin ada doa yang belum dijawab, pergumulan yang belum selesai, atau harapan yang belum terwujud. Namun firman Tuhan mengingatkan kita agar tidak kehilangan pengharapan. Allah yang memimpin Abraham, Musa, Yosua, dan seluruh bangsa Israel adalah Allah yang sama yang menyertai kita hari ini. Ia tidak pernah mengingkari firman-Nya. Karena itu tetaplah beriman, hidup dalam ketaatan, dan setia melayani Tuhan. Pada waktunya, kita pun akan dapat bersaksi seperti Yosua: "Dari segala yang baik yang dijanjikan TUHAN, tidak ada satu pun yang gagal; semuanya digenapi." Amin.


lihat selengkapnya......

Ingatlah karya Allah Yesaya 63 : 7 - 9


 


 

Ingatlah karya Allah
(Yesaya 63 : 7 - 9)


Selamat Tahun Baru bagi seluruh jemaat !! Syukur kepada Tuhan yang telah menghantarkan kita menyeberangi tahun 2016 dan berdiri di awal tahun 2017 ini. Tahun 2016 tinggal kenangan dan sejarah bagi hidup kita. Meskipun hanya tinggal sejarah namun tahun 2016 tersebut bisa dipakai sebagai pelajaran bagi kita untuk mengevaluasi tentang sikap kita dalam merespon kebaikan Tuhan pada kita.

Menurut Yesaya 63 diketahui bahwa Allah Israel adalah Allah yang berkarya di dalam sejarah, secara khusus dalam sejarah umat pilihan-Nya. Begitu banyak kasih karunia dan kebaikan Allah yang telah dialami oleh orang Israel. Sebagai bangsa yang berada di bawah penindasan bangsa Mesir, harkat mereka telah ditinggikan dengan pembebasan yang Allah lakukan. Di dalam anugerah-Nya yang besar, Allah yang penuh dengan kasih dan sayang itu telah menjadikan Israel sebagai umat-Nya. Allah mengangkat mereka sebagai anak-anak-Nya (7-8) dan selalu memelihara mereka.

Melalui kebaikan Tuhan yang besar itu, Allah tentu berhak untuk berharap bahwa bangsa yang telah dipilih itu akan merespons dengan integritas dan kesetiaan kepada-Nya. Namun nyatanya, mereka berlaku tidak setia dengan melawan kehendak-Nya sehingga mendukakan Roh Kudus-Nya (10). Padahal Ia sendiri telah turun tangan menyelamatkan mereka (9). Akibatnya, era kasih karunia dan belas kasihan Allah berlalu sudah. Pemberontakan itu membuat Allah berbalik melawan mereka. Jadi bukan Allah yang berubah kasih setia, melainkan umat-Nya sendiri yang demikian.

Setelah mengalami hajaran Allah, orang Israel merenungkan masa-masa ketika Allah berperang bagi umat dan bukan berperang melawan umat (11-13). Masa ketika Allah menyatakan kuasa-Nya melalui Musa, hamba-Nya. Masa ketika Ia membelah air di Laut Merah dan Sungai Yordan. Masa silam yang menyatakan bahwa tidak ada yang dapat tahan berdiri melawan kehendak dan kehadiran Allah untuk membela umat-Nya.

Indah sekali mengingat kebaikan Allah bagi umat. Niscaya tak akan putus-putus kita mengagumi kuasa-Nya yang begitu hebat itu. Namun alangkah baiknya bila ingatan itu muncul bukan ketika kita sedang ditegur Allah akibat dosa yang kita lakukan, lalu kita mengenang masa-masa indah berjalan bersama Tuhan. Ingatan akan kemurahan dan kasih karunia Allah seharusnya mendorong kita untuk merespons dengan tetap setia beriman dan taat kepada-Nya, sebagaimana Ia juga setia memelihara dan menyertai kita. Selamat Tahun Baru. Amin.

lihat selengkapnya......

4.3.26

Kode Menghasilkan Rupiah




Melolo : Penghasil Uang Real
Unduh Melolo, tonton drama gratis dan raih reward tunai Rp. 28.000 hingga Rp 30.000! https://www.melolo.org/x/Za8nx2jvd/



Temukan aplikasi drama gratis dengan hadiah menarik.

Hai, teman Anda User6534053548 mengundang Anda untuk bergabung dengan Fizzo. Unduh Fizzo, baca novel, dan dapatkan hadiah uang tunai hingga Rp 40.000 hari ini! https://www.fizzo.org/x/Za87kFW4u/

Link undangan kamu ke IGstory/FBstatus/WAstatus dan dapatkan Rp 15.000! Download sekarang melalui link di bawah untuk bonus koin!

Daftar sekarang untuk menjelajahi TradingView



.

lihat selengkapnya......

23.4.24

HIKMAT ALLAH

HIKMAT ALLAH


1 KORINTUS 2 : 1 - 16


 




Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh.


( 1 KORINTUS 2 : 13 )


 


Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan kita Yesus Kristus!


Sering warga jemaat mengeluh: " bagaimana saya bisa memahami ayat-ayat Alkitab? Banyak hal yang sulit kami mengerti. Banyak hal yang kurang masuk akal". Di samping itu, kita juga sering mendengar cemoohan saudara-saudara kita dari agama lain yang mengatakan bahwa agama Kristen itu tidak masuk akal; Alkitab orang Kristen itu tidak dapat dimengerti, Allah orang Kristen itu tiga, dll ... dll.


 


Saudara-saudara! Hal yang sama juga dialami Paulus dari jemaat Korintus. Orang Kristen di Korintus sebagian kecil berasal dari orang Yahudi tetapi kebanyakan berasal dari orang-orang yang bukan Yahudi. Masyarakatnya banyak dipengaruhi filsafat-filsafat dan kesusasteraan yang indah. Karena itu bagi orang Korintus, apa yang disampaikan Paulus tentang Kristus yang tersalib adalah sebuah kebodohan dan menjadi batu sandungan (1 Kor. 1 : 18 - 23). Orang Yahudi berpikir, bahwa bila Yesus itu dipilih Allah, bagaimana mungkin Dia harus mengakhiri hidupNya di kayu salib? Karena salib adalah tanda terkena kutukan. Karena itu, bagi Yahudi: mempercayai Yesus adalah bodoh dan tidak masuk akal. Demikian juga bagi orang Yunani. Mereka sangat menekankan hikmat dan pengetahuan; menurut mereka hikmat, kepintaran manusia berbicara, bertindak dan berbicara mampu melepaskan manusia dari kesulitan apapun. Karena itu, bila Yesus dapat ditangkap, diadili dan disalibkan, itu berarti Dia bukanlah orang bijaksana. Mempercayai Yesus bagi mereka sama dengan mempercayai orang bodoh.


Saudara-saudaraku! Hingga sekarang, masih banyak orang berpikir seperti kebodohan orang Yahudi dan Yunani di Korintus ini, dengan mengatakan: "Bagaimana mungkin Allah menghukum AnakNya sendiri? Bagaimana mungkin Yesus yang tidak bersalah dapat menggantikan hukuman manusia? Bukankah itu suatu kebodohan ?" Sehingga banyak orang dengan sinis mengatakan bahwa mempercayai Yesus sebagai Juruselamat adalah kebodohan, apalagi mengikuti prinsip-prinsip hidupnya ..... itu terlalu bodoh. (Maaf agak kasar, ini sesuai Alkitab di ayat 14)


Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus! Benarkah itu kebodohan? Mari kita simak! Pasal 1 - 3 surat 1 Korintus ini merupakan jawaban dari Tuhan melalui Paulus. Orang-orang sinis seperti itu, menurut Paulus adalah manusia-manusia duniawi. Mereka manusia tanpa Roh Allah. Di sini Paulus membedakan dua jenis manusia:


1. Manusia duniawi, (ayat 14) yaitu manusia yang berada di bawah kekuasaan hal-hal yang duniawi. Bagi mereka, materi adalah segalanya. Hidup mereka dipenuhi oleh nafsu (Efesus 2,3) nafsu untuk menang, berselisih, bersaing, nafsu mengalahkan, nafsu membalas. Mereka tidak mau tahu dengan hal yang bersifat rohaniah termasuk soal Allah, tidak mau mendengar Allah, hanya bersandar pada nalar dan emosi manusiawinya. Bagi manusia duniawi ini orang yang berbicara tentang Allah, Kristus, apalagi soal salib, merupakan kebodohan besar. Apalagi mengikut Tuhan Yesus, bagi mereka itu adalah kesalahan dan kebodohan besar. SEMOGA TIDAK ADA DARI ANTARA KITA DI SINI YANG SEPERTI INI YA.



2. Manusia rohani (ayat 15; 3,1) yaitu mereka yang sensitip/peka terhadap pekerjaan Roh Kudus, dan yang mau memberi hidupnya dituntun Roh Kudus Allah.


Bagi manusia duniawi, apa yang dilakukan Allah melalui Yesus dalam pengorbananNya di salib adalah kebodohan, karena akal manusia yang dikuasai dosa tidak dapat mengenal, memahami apalagi mengalaminya. Pikiran manusia terbatas. Bagaimanapun hebatnya kemampuan pikiran dan akal manusia memahami dan melakukan hal-hal duniawi, namun akal dan pikiran mereka tidak akan mampu memahami tindakan keselamatan yang dilakukan Allah di dalam Kristus (ayat 14 - bandingkan Yes. 55, 8-9) Itulah kelebihan atau hak istimewa yang diberikan Allah kepada kita orang percaya, kepada yang sudah mau dituntun Roh Kudus, yang disebut manusia rohani. Karena kita telah memberi diri kita dikuasai Roh Kudus, maka Allah memberi kemampuan bagi kita untuk memahami perbuatan Allah, yang kita peroleh dari Alkitab. Karena semua perbuatan Allah hanya dapat dipahami oleh orang yang telah memberi dirinya dikuasai Roh Allah.


 


Mengapa? Karena hanya Roh Allah yang dapat memahami Allah seluruhnya, sehingga bila Roh Allah ada di dalam kita maka Roh itu yang akan menyingkapkan segala perkara tentang Allah kepada kita (ay. 12-13). Bila seseorang sudah memberi dirinya dikuasai oleh Roh Kudus Allah, maka "Apa yang tidak pernah dilihat atau didengar oleh manusia, dan tidak pernah pula timbul dalam pikiran manusia, itulah yang disediakan Allah” bagi mereka (ay. 9b), karena mereka mengasihi Allah. Ketika kita memberi diri kita dikuasai dan dituntun sepenuhnya oleh Roh Kudus, maka kita memiliki pikiran Kristus, sehingga pikiran kita diubahkan untuk mampu memahami semua perbuatan dan karya keselamatan yang dilakukan Allah melalui Tuhan Yesus. Kita akan mengerti, mengapa Allah harus menjadi manusia hina, mau disiksa, dihina, bahkan disalibkan sebagai orang berdosa, dan mau memberikan nyawaNya. Bagi orang yang memiliki pikiran Kristus, yaitu yang sudah memberi dirinya dikuasai dan dituntun Roh Kudus, akan dengan mudah memahaminya, bahwa itulah cara Allah untuk menyelamatkan kita. Dan itulah menunjukkan bahwa hanya dengan cara tsb, hanya di dalam Tuhan Yesus sajalah ada keselamatan bagi manusia dan dunia ini. Orang yang sudah memiliki pikiran Kristus akan menerima karya penyelamatan Allah melalui Tuhan Yesus tsb dengan sepenuh hati, dan menerimanya dengan ungkapan syukur; dan dengan menerimanya, kita mengasihi. Tuhan Yesus. Tetapi itu tidak akan dipahami oleh manusia dunia, bahkan itu menjadi kebodohan dan batu sandungan bagi manusia dunia.


Saudara-saudaraku. Setelah mendengar uraian tadi, ada beberapa hal yang dapat menjadi renungan bagi kita dari nats ini.


1. Dewasa ini semakin banyak orang Kristen yang ingin mendalami imannya dengan semakin rajin membaca Alkitab, mengikuti kebaktian dan kegiatan kerohanian di banyak tempat dan denominasi, juga mengikuti kursus Alkitab. Itu sebuah hal yang kita puji dan harus dorong. Nats ini mengajar kita, semua itu dapat kita lakukan dengan satu syarat utama dan terdahulu: Beri dirimu dituntun dan dikuasai Roh Allah. Berilah akal dan ratio-mu ditaklukkan Allah, dan buka diri dan hatimu lebar-lebar dikuasai Roh Allah. Hanya Roh Allah yang dapat memberi kita kebijaksanaan memahami Firman Tuhan, sehingga Allah dan Firman tsb menjadi kekuatan bagi kita (ayat 18). Siapa yang mau mengenal Tuhan Yesus seterang benderangnya, haruslah dia memberi dirinya dikuasai dan dituntun Roh Kudus Tuhan, sehingga dia memiliki pikiran Kristus, dan dapat mempelajari Kristus dengan menggunakan pikiran Kristus tsb.


2. Demikian halnya semakin banyak warga HKBP yang ingin terlibat dalam Pekabaran Injil, dan tugas diakonia serta aktifitas gerejawi yang lain, dengan tujuan agar Firman Tuhan semakin tersebar. Kepada mereka nats ini juga mengingatkan bahwa itu dapat berbuah juga hanya oleh kekuatan Roh Allah. Juga kita harus menyadari bahwa akan banyak orang yang sinis, menganggap kita gila, bodoh bila terlibat dalam tugas mulia tsb. Namun Firman ini mengatakan pekerjaan itu bijaksana, karena kita melakukan hal yang bernilai kekal (1 Kor. 15,58).


3. Tetapi kita diingatkan, bila kita terlibat dalam usaha menyebarkan Firman Tuhan, janganlah menyebarkannya dengan menggunakan kebijaksanaan duniawi, dengan menggunakan logika atau atau dengan mengandalkan kemampuan duniawi. ITYu pasti tidak berhasil dan tidak berguna. Ajarkan, beritakan, terangkanlah Firman Tuhan, terutama tentang keselamatan yang hanya ada di dalam Tuhan Yesus, baik kepada anak-anakmu, keluargamu, familymu, teman sekantyormu, atau kepada siapapun hanya dengan menggunakan kebijaksanaan Roh Kudus, hanya dengan mengandalkan kuasa Roh Kudus. Itu bisa terjadi, bila kita memberi diri kita sepenuhnya dikuasai dan dituntun Roh Kudus, agar Roh itu yang bekerja melalui kita.


4. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak warga yang semakin bingung: "Apakah menjadi Kristen itu bukan bodoh? Bila seorang pengusaha Kristen berlaku jujur, apakah dia akan mungkin mendapat keuntungan? Dia pasti bangkrut, karena dunia usaha kita sudah dikuasai ketidak-jujuran. Bila seorang Kristen yang bekerja di pemerintahan berlaku jujur, apakah dia dapat memenuhi kebutuhan keluarganya, atau bisakah dia naik pangkat atau punya jabatan tinggi? Menerapkan ajaran Kristen bagi banyak orang adalah kebodohan. Sama seperti Nietsche (penganjur Ateisme) berpendapat, bahwa ajaran Kristen seperti kasih, pengampunan, jujur, adil, rela berkorban dsb-nya itu, bukan saja bodoh tetapi amat berbahaya, tidak sesuai dengan akal sehat. “Kalu musuhmu lapar, beri dia makan bila pipi kananmu ditampar berikan pipi kananmu juga”, apakah itu bukan bodoh? Sehingga penganut rasionalisme mengatakan: Bila sekiranya Tuhan belum mati, adalah tugas manusia rasional untuk membunuhnya. Karena menganggap mengikuti Tuhan adalah kebodohan".


Karena itu ada seorang ilmuwan Perancis pemenang hadiah nobel, yang juga adalah seorang pengunjung gereja yang setia. Wartawan mewawancarainya, bagaimana caranya dia dapat menjadi seorang ilmuwan hebat sekaligus seorang Kristen yang setia beribadah, apakah itu tidak bertentangan? Professor itu menjawab: "O sama sekali tidak bertentangan. Rahasianya sederhana saja. Pada waktu di gereja mendengarkan kotbah saya melupakan bahwa saya seorang ilmuwan. Tetapi hari Senin sampai Sabtu, saya melupakan bahwa saya seorang Kristen. Beres, bukan?" Banyak orang berbuat seperti itu, karena merasa menggabungkan keduanya adalah kebodohan. Sehingga mereka menjadi Kristen "part-timer" (Kristen paruh waktu). Padahal sebenarnya hal seperti itu tidak perlu. Biarlah orang menganggap kita bodoh tetapi Tuhan menganggap kita bijaksana.


Bila Roh Allah menguasai orang percaya, kinerjanya akan semakin baik, produktivitasnya meningkat, kreativitasnya hebat, membuat dia menjadi seorang yang unggul . Mengapa? Karena Roh Allah akan membukakan dia rahasia-rahasia Allah, yang tidak pernah didengar telinga atau dilihat mata atau pernah terbersit di hati manusia (ay. 9b). Ingat Yusuf di Mesir, dan Daniel di Babilonia. Bagi Kristen manusiawi, mengikut dan meneladani Kristus adalah bodoh, lalu menempuh cara "kebijaksanaan" duniawi. Tetapi bagi orang Kristen rohani, mengikuti teladan Kristus merupakan kehebatan karena kebijaksanaan, hikmat Allah menyertai, memampukan mereka. Karena itu, kenakanlah pikiran Kristus supaya kamu mampu mengenal, memahami, menerima serta menyebarkan keselamatan yang telah disediakan Tuhan Yesus Kristus bagi dunia dan manusia. Amin.`


 


 

lihat selengkapnya......

12.3.24

PERTOBATAN ( Yeremia 22 : 29 )

PERTOBATAN
( Yeremia 22 : 29 )




Hai negeri, negeri, negeri !
Dengarlah Firman Tuhan.
( Yeremia 22 : 29 )

Dalam konteks ini, Yeremia 22:29 menjadi suatu refleksi yang dalam. Yeremia dimasa Yehuda dipimpin Raja Yoyakim. Saat itu, Yehuda mengalami masa kegelapan moral dan rohani yang dipenuhi dengan ketidaktaatan terhadap hukum Allah dan penindasan terhadap orang miskin dan lemah dalam masyarakat. Raja dan para pemimpinnya gagal memelihara keadilan dan kebenaran, melainkan menggunakan kekuasaan mereka untuk memperkaya diri sendiri dan menindas orang lain.

Dalam konteks ini, Yeremia adalah suara Tuhan yang menegur bangsa Yehuda atas ketidaktaatan mereka terhadap hukum dan kehendak-Nya. Ayat Yeremia 22:29 menunjukkan betapa seriusnya konsekuensi dari kelalaian mereka dalam mematuhi hukum dan ketetapan Tuhan. Meskipun mereka tampaknya tidak takut akan hukuman, Tuhan menyatakan bahwa Dia akan menghukum mereka atas pelanggaran mereka.


Ada tiga poin perenungan dari Yeremia 22:29:
1. Mendengarkan dan Menaati Firman Tuhan
Ayat ini mengingatkan kita akan pentingnya mendengarkan dan taat terhadap firman Tuhan. Kehidupan yang berkenan kepada-Nya memerlukan ketaatan terhadap hukum-Nya dan penghayatan akan ketetapan-Nya dalam segala aspek kehidupan.

2. Kesadaran akan Konsekuensi Pelanggaran Hukum Tuhan
Tuhan tidak hanya mengingatkan akan pentingnya ketaatan, tetapi juga menegaskan bahwa pelanggaran hukum-Nya tidak akan luput dari hukuman-Nya. Hal ini mengajarkan kita akan pentingnya hidup dalam takut akan Tuhan dan memperhitungkan konsekuensi dari setiap tindakan yang kita lakukan.

3. Tanggung Jawab Pemimpin dan Kepemimpinan yang Benar
Ayat ini secara khusus menyoroti tanggung jawab pemimpin dan penguasa dalam memelihara hukum Tuhan dan memimpin dengan integritas. Ini mengingatkan kita akan pentingnya memilih dan mendukung pemimpin yang bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan dan memperjuangkan keadilan serta kebenaran bagi seluruh masyarakat.

Dengan merenungkan poin-poin ini, kita dipanggil untuk hidup dalam ketaatan, kesadaran akan konsekuensi dari tindakan kita, dan dukungan terhadap kepemimpinan yang benar dan bermoral. Semua itu adalah langkah-langkah menuju hidup yang berkenan kepada Tuhan dan memberkati sesama. Amin.

Dapatkan bonus dari Olymtrade

https://olymptrade-qid.com/pages/referral/?rf=114650829

Aplikasi YouTube

https://drive.google.com/drive/folders/1Vo3r1_YdATa-V0Vnxxf4qhUKzD3lWGC4?usp=sharing

lihat selengkapnya......

19.12.23

TERANGMU BERCAHAYA


RENUNGAN HARIAN
Selasa, 19 Desember 2023

TERANGMU BERCAHAYA
( Matius 5 : 16 )


Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga
( Matius 5 : 16 )

Renungan dari ayat ini mengajarkan kita tentang pentingnya memberikan kesaksian melalui perbuatan baik kita. Terang dalam ayat ini bukan hanya mencerminkan pengetahuan atau kebenaran, tetapi juga mencakup karakter dan perbuatan yang baik. Beberapa poin renungan dari Matius 5:16 ini dapat kita peroleh:

1) Kesaksian Melalui Perbuatan
Ayat ini menekankan bahwa terang yang kita miliki harus tercermin dalam perbuatan kita sehari-hari. Orang-orang di sekitar kita harus dapat melihat kebaikan dan integritas dalam tindakan kita.

2) Pemuliaan Allah
Tujuan utama dari terang yang bersinar melalui kita adalah memuliakan Allah. Ketika orang melihat perbuatan baik kita, itu seharusnya bukan untuk mencari pujian bagi diri kita sendiri, tetapi untuk memuliakan Bapa kita yang di sorga.

3) Memberikan Inspirasi
Terang yang kita pancarkan seharusnya memberikan inspirasi kepada orang lain. Ketika kita menjalani hidup dengan integritas dan kasih, itu dapat menjadi pendorong bagi orang lain untuk melakukan hal yang sama.

4) Tanggung Jawab sebagai Pengikut Kristus
Ayat ini juga mengingatkan kita akan tanggung jawab kita sebagai pengikut Kristus. Gaya hidup kita seharusnya mencerminkan ajaran-Nya dan mengundang orang lain untuk mengenal-Nya.

5) Keberhasilan dalam Pelayanan
Terang yang bersinar melalui kita dapat menjadi efektif dalam membuka pintu-pintu kesempatan untuk melayani orang lain dan membagikan kasih Allah kepada mereka.

Renungan ini mengajak kita untuk tidak hanya menjadi pendengar Firman Tuhan tetapi juga pelaku Firman-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Terang yang kita miliki melalui hubungan kita dengan Kristus seharusnya memengaruhi dunia di sekitar kita dengan cara yang positif dan memuliakan Allah. Amin.

DOA :

Kiranya Tuhan senantiasa memberikan  perlindungan mulai pagi hingga malam. Tuhan juga menambah semangat baru dalam mengerjakan pekerjaan, usaha maupun pelayanan kita semua.

 

Tuhan juga memberikan kebahagiaan bagi yang berulang tahun kelahiran maupun berulang tahun pernikahan, kiranya Tuhan memberikan umur panjang dan dilancarkan dalam meraih rejeki serta bertambah sukacita bagi keluarga besar.

 

Kiranya Tuhan menyembuhkan kita dan memulihkan kita dari penyakit. Bagi yang berduka kiranya diberikan penghiburan dari Allah yang Maha Tinggi. Tuhanlah yang memberikan pekerjaan sesuai dengan talenta dan keahliannya.

 

Tuhanlah yang mempertemukan jodohnya dan memberkati tepat pada waktunya. Tuhanlah yang menambahkan sukacita bagi keluarga yang menantikan keturunan tepat pada waktunya. 

  

Kiranya Tuhan Memulihkan keadaan Wilbert Purba di rawat di RS Sudarso Pontianak, Kiranya Tuhan memberikan ibu Ika Matondang Cibubur kesembuhan agar cepat sehat. Kiranya Tuhan juga menyembuhkan Jeje dan Jojo di Ngabang dari sakit yang mereka derita. Kiranya Tuhan merawat Bapak Pernando Simanjuntak Bekasi agar semakin sehat. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami naikkan doa ini. Amin.

 

lihat selengkapnya......