Iman Percaya Membawa Hidup
(1
Yohanes 5 : 12)
Barangsiapa memiliki Anak, ia
memiliki hidup;
barangsiapa tidak memiliki Anak,
ia tidak memiliki hidup
Manusia pasti senantiasa
menginginkan hidup berkemenangan, tidak ada seorangpun yang ingin kalah. Dalam
hidup ini kita senantiasa diperhadapkan pada peperangan, peperangan melawan
hawa nafsu, peperangan antara melakukan keinginan diri sendiri atau keinginan
Tuhan? Sungguh banyak peperangan yang kita hadapi dalam hidup ini, berbagai
macam godaan muncul yang kapan saja muncul yang dapat membinasakan kita. Apa
yang dapat kita lakukan untuk mengalahkan semuanya itu? Kalau dalam Efesus 6 Paulus
mengatakan kalau kita menggunakan senjata rohani.
Kalau kita mengamati nas ini,
pada waktu itu sudah ada penyesat. Banyak orang Kristen yang murtad karena
ajaran sesat, yang mengatakan bahwa tidak benar Kristus Anak Allah. Karena itu
Yohanes mengajarkan dan menekankan agar benar-benar mempercayai bahwa Yesus
Kristus adalah Anak Allah, kita harus mengasihiNya dan melakukan FirmanNya. Dan
tidak ada yang harus diragukan untuk melakukan FirmanNya, sebab keraguan adalah
tanda dari ketidak percayaan dan kasih yang tidak sempurna. Berbagai kesulitan
dan hambatan yang kita hadapi saat ini, mengancam hidup kita dan ingin
meruntuhkan iman kita. Kadangkala kita pun melihat hal-hal yang mengganggu iman
kita, orang Kristen yang menjadi pecandu narkoba, pekerja Kristen yang
melakukan KKN, pedagang Kristen yang mencari keuntungan yang tidak halal,
keluarga Kristen yang tidak setia, pemberita Firman yang mencari keuntungan
diri sendiri dan banyak orang Kristen yang menjadi batu sandungan.
Hanya satu cara untuk mengalahkan
semua itu, yaitu percaya kepada Kristus Anak Allah. Percaya berarti mau dan
taat melakukan yang apa yang difirmankanNya. Bagi orang yang taan dan setia,
percaya kepada Yesus Kristus, dialah yang dapat mengalahkan dunia ini, karena
dari Dia-lah kita beroleh hikmat, kekuatan dan hidup. Dan Tuhan menyediakan
mahkota kemuliaan bagi orang-orang yang percaya kepadaNya. Amin.
Pdt. Muribo Pasaribu, STh

No comments:
Post a Comment