PERHATIAN

------------------- SELAMAT DATANG -------------------
Showing posts with label Efesus. Show all posts
Showing posts with label Efesus. Show all posts

24.11.23

Sikap Ramah

RENUNGAN HARIAN
Jumat, 24 Nopember 2023

SIKAP RAMAH
( Efesus 4 : 32 )




Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.
( Efesus 4 : 32 )


Ayat ini menggarisbawahi beberapa aspek penting dalam hubungan antar sesama.

1) Kesetiaan dalam Kasih
Tuhan memanggil kita untuk menjadi pribadi yang baik dan berbelas kasih. Ini termasuk dalam cara kita berbicara, bertindak, dan berinteraksi dengan sesama. Menjadi baik dan berbelas kasih merupakan panggilan untuk mengasihi orang lain sebagaimana kita diasihi oleh Kristus.

2) Pengampunan dan Belas Kasihan
Pengampunan merupakan inti dari pesan Kristen. Kita dipanggil untuk saling mengampuni sebagaimana Allah telah mengampuni kita melalui Kristus. Ini bukan hanya tentang tindakan memberi maaf, tetapi juga tentang memiliki sikap belas kasihan yang mendalam terhadap sesama.

3) Teladan dalam Kristus
Pengampunan yang kita berikan kepada orang lain adalah cerminan dari bagaimana Allah mengampuni kita melalui karya Kristus. Ketika kita memahami sejauh mana Allah telah memberikan pengampunan kepada kita, kita dipanggil untuk memberikan pengampunan yang sama kepada orang lain.

4) Kasih sebagai Fondasi Hubungan
Ketika kita hidup dalam kasih dan pengampunan, itu membangun fondasi yang kokoh dalam hubungan kita. Kasih dan pengampunan menciptakan ikatan yang kuat dan memperkuat harmoni di antara kita.

Ayat ini mengajak kita untuk hidup dalam kasih, belas kasihan, dan pengampunan dalam hubungan kita dengan sesama. Hal ini adalah refleksi dari kasih dan pengampunan yang Allah berikan kepada kita melalui Kristus, serta menjadi fondasi bagi keharmonisan dalam hubungan antar sesama. Amin.

DOA :

Kiranya Tuhan senantiasa memberikan  perlindungan mulai pagi hingga malam. Tuhan juga menambah semangat baru dalam mengerjakan pekerjaan, usaha maupun pelayanan kita semua.

Tuhan juga memberikan kebahagiaan bagi yang berulang tahun kelahiran maupun berulang tahun pernikahan, kiranya Tuhan diberikan Tuhan umur panjang dan dilancarkan dalam meraih rejeki serta bertambah sukacita bagi keluarga besar.

Kiranya Tuhan menyembuhkan kita dan memulihkan kita dari penyakit. Bagi yang berduka kiranya diberikan penghiburan dari Allah yang Maha Tinggi. Tuhanlah yang memberikan pekerjaan sesuai dengan talenta dan keahliannya.

Tuhanlah yang mempertemukan jodohnya dan memberkati tepat pada waktunya. Tuhanlah yang menambahkan sukacita bagi keluarga yang menantikan keturunan tepat pada waktunya. 


Kiranya Tuhan menunjukkan mujizat kesembuhan buat Ibu St E. br Hutabarat (Op. Gaby) Bekasi yang masih di Rumah Sakit Primaya Barat Bekasi. menyembuhkan Bapak Pernando Simanjuntak Bekasi agar semakin sehat kedepannya. Kiranya memulihkan kesehatan Ronita Manik Sidikalang yang masih batuk berkeanjangan agar sembuh dan bisa melakukan aktivitas seperti biasanya. Demikianpula, rencana Alek David sitorus di Bekasi, untuk nikah tahun depan supaya terwujud tahun depan, rezeki dilancarkan dan diberikan kesehatan ekstra. Kiranya Tuhan memberikan pasangan hidup bagi Josua Marbun. Kiranya Tuhan memberikan Titik Terang dalam pergumulan Putri Christian Ambarita Cibubur dalam menjalin hubungan berpasangan hidup. Kiranya Tuhan mempertemukan pasangan hidup bagi Firma Yenni rotua uli br Sijabat Ajamu. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami naikkan doa ini. Amin.


Bagi yang ingin didoakan dapat menuliskannya di kolom komentar dengan menuliskan NAMA, KOTA, POKOK DOA.


Bagi yang ingin didoakan dapat menuliskannya di kolom komentar dengan menuliskan NAMA, KOTA, POKOK DOA.

God Bless You 


lihat selengkapnya......

24.4.20

Renungan : SEHATI SEPIKIR DI DALAM TUHAN (EFESUS 5:22-33)

SEHATI SEPIKIR DI DALAM TUHAN
(EFESUS 5:22-33)


Hari minggu ini, kita diperhadapkan pada nasehat Paulus untuk jemaat di Efesus tentang bagaimana seharusnya posisi dan relasi antara suami-istri itu dipahami. Menurut Rasul Paulus, suami-istri ketika membangun hubungan satu dengan yang lain dan memposisikan diri dan pasangan masing-masing harus bercermin pada hubungan Kristus dan jemaat. Suatu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri adalah hadirnya berbagai perselisihan atau percekcokan dalam hidup rumah tangga. Penyebab paling utama dan umum adalah karena berbagai perbedaan yang lebih ditonjolkan dan bukan kesatuan sebagai jati diri baru suami istri. Para suami istri kadang menjadi lupa bahwa mereka bukan lagi dua melainkan satu. Karena itu tidaklah heran jika dalam keluargapun terjadi kompetisi atau bersaingan untuk mengejar pengakuan soal keunggulan dan kelebihan masing-masing. Tanpa sadar suami istri menjadikan rumah tangga sebagai gelanggan pertandingan untuk menentukan siapa yang kalah atau menang. Kekalahan dianggap suatu kegagalan dan sebaliknya kemenangan adalah suatu keberhasilan diri.
Membangun hubungan antara suami-istri dalam suatu ikatan perkawinan terkesan mudah namun sulit untuk menjalaninya. Siapapun saudara yang sudah menikah pasti mengerti apakah maksud dari pernyataan di atas. Menyatukan berbagai perbedaan antara suami-istri dalam satu wadah yakni lembaga perkawinan sehingga tetap langgeng hingga maut memisahkan adalah tantangan yang sulit untuk dihadapi. Diperlukan kesabaran, kesungguhan cinta kasih, dan pengertian untuk mampu menjadi pasangan yang baik antar keduanya. Pepatah: “asam di gunung; garam di laut menyatu dalam belanga”, meskipun berbeda namun tetap satu dalam kasih Tuhan.
Ingatlah, rumah tangga adalah suatu Lembaga yang pertama sekali mendapat berkat dari Tuhan Allah (Kej 1 : 28). Maka dari itu jangan kita sia - siakan berkat Tuhan itu dan jadilah saluran berkat bagi orang lain (kej 12 : 3 b).  Laki-laki adalah bahagian hidup dari perempuan dan perempuan adalah bagian hidup dari laki – laki, maka dari itu laki – laki dan perempuan sama di-ciptakan ( kej 1:27), sama-sama memuliakan Tuhan dan membanggakan pasangannya. Berikut ini ada beberapa tips untuk menjaga keharmonisan keluarga:
1) Sebagai suami – istri, selalu mengingat kenangan manis semasa pacaran dulu, agar timbul kembali masa – masa indah bersamanya.
2) Tentukanlah waktu – waktu untuk berekreasi bersama dengan pasangan dan anak – anak untuk menghilangkan rasa lelah dan bosan.
3) Ciptakanlah selalu keharmonisan sebagai suami – istri lewat sapaan dan kata-kata yang menyenangkan hati pasangan kita.
4) Jangan mengingat – ingat hal – hal yang jelek dari pasangan kita namun ingatlah hal – hal yang baik dari pasangan kita.
5) Buatlah Ibadah setiap hari antara suami – istri dan anak – anak agar hubungan keluarga keluarga itu dengan Tuhan tetap terjalan.
6) Sebagai suami – istri kristiani jangan ada dusta namun kasih Kristus yang mendominasi. Amin.

Pdt. Muribo Pasaribu, STh

lihat selengkapnya......