AMAN DALAM
PERLINDUNGAN ALLAH
(MAZMUR 27:1-6)
Kitab
Mazmur merupakan kitab puji-pujian yang dinyanyikan oleh umat Israel sebagai
ungkapan syukur atas pengalaman mereka bersama dengan Allah. Walau tantangan,
rintangan dan pergumulan datang silih berganti namun pemazmur memuji Tuhan dan
rindu mendekati Allah karena dekat Allah saja ada ketenangan (Mazmur 62:2).
Pemazmur mengalami pembelaan Allah dalam kehidupannya. Pemazmur menyaksikan
berkat-berkat Allah dan pemazmur juga diselamatkan oleh Allah.
Dari
pengalaman hidupnya itu pemazmur berkesimpulan baiklah baginya untuk
mengungkapkan rasa syukurnya atas pertolongan Tuhan itu dengan selalu diam di
rumah Tuhan seumur hidupnya dan menyaksikan kemurahan Tuhan dan menikmati
bait-Nya (ay.4). Karena itu ia mau mempersembahkan kurban, bernyanyi dan
bermazmur bagi Tuhan. Pemazmur beribadah karena Tuhan itu baik, Dia adalah
Pelindung, tempat pengharapan dalam keadaan apapun.
Saat
ini, marilah kita membandingkan motivasi pemazmur dengan orang Kristen pada
masa kini untuk beribadah. Apakah tujuan ibadah orang Kristen saat ini? Apa
hanya untuk mencari berkat Tuhan saja? Apa hanya untuk mencari jodoh saja? Apa
hanya untuk mencari pujian dari orang lain saja? Melalui Firman Tuhan hari ini,
Pemazmur beribadah karena ia menyaksikan bagaimana kemurahan Tuhan dalam
hidupnya, bukan hanya karena membutuhkan sesuatu.
Bagaimana
dengan kita, bisakah kita menghitung berkat-Nya yang melimpah dalam hidup kita?
Kita beribadah bukan hanya berharap agar memperoleh berkat-Nya, namun sebagai
respon atas kasih karunia yang telah kita nikmati. Itu sebabnya baiklah kita
bisa ungkapkan syukur dengan mau bernyanyi dan bermazmur bagi-Nya di bait-Nya
yang Kudus. Amin.
Created : Pdt. Muribo Pasaribu

No comments:
Post a Comment