PERHATIAN

------------------- Bila kesulitan bisa disampaikan dengan lewat : muribo_psrb@yahoo.com ------------------- muribo_psrb@yahoo.com ------------------- muribo_psrb@yahoo.com ------------------- muribo_psrb@yahoo.com -------------------

05 Maret 2017

Roma 5 : 12 - 19 khotbah Minggu 05 Maret 2017



HIDUP DI DALAM ANUGERAH
(Roma 5 : 12 - 19)

Firman Tuhan di Minggu ini bersuara tentang perbedaan antara Adam dan Kristus. Perbuatan Adam itu menghancurkan sedangkan perbuatan Kristus itu menyelamatkan. Adam menjadi penyebab ciptaan Allah. Adamlah yang membawa dosa ke dalam dunia ini atas pelanggarannya. Sedangkan Kristus mau mati untuk dosa-dosa kita. Sehingga pada akhirnya Allah memberikan hidup yang kekal kepada banyak orang, kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Sebagai orang percaya, kita telah diberi anugerah Allah. Saat ini yang menjadi masalahnya adalah kita hidup di dunia ini. Dosa dan Anugerah sedang tarik menarik kita bselama masih hidup di dunia ini, sehingga ketika kita ingin hidup benar di hadapan Tuhan terkadang tidak kuasa melawan dosa. Punya keinginan tapi tidak berdaya untuk melawan dosa. Contohnnya :
-     Hari ini punya komitment untuk tidak menjelek-jelekan orang lain, eh…. Pas ketemu orang jelek, kita malah menjelekkannya.
-     Hari ini komitmen untuk tidak marah, eh….pas ada orang yang bikin kesal kita akhirnya marah.
-     Hari ini komitment untuk tidak bohong, eh ternyata ada peluang untuk berbohong


Meskipun dosa selalu mengintai kita namun hiduplah dalam anugerahNya. Tuhan Yesus membebaskan kita dari kutuk dosa, kasih karunia-Nya memimpin kita untuk meninggalkan dosa dan muak terhadap dosa. Dia memimpin saudara untuk meninggalkan dosa itu. Ini berita terbaik bagi kita. Amin.

lihat selengkapnya......

24 Februari 2017

Mazmur 2 : 1 - 12 (26 Februari 2017)



Tampil Sebagai Anak Yang Diurapi
(Mazmur 2 : 1 - 12)

Diurapi artinya dipilih oleh Allah, dan diperlengkapi dengan kuasa-Nya untuk melakukan kehendak dan rencana Allah dalam hidupnya. Ketika seorang diurapi oleh Tuhan tidak serta-merta dia terus langsung menerima berkat dan kesenangan. Tidak sedikit malah orang yang diurapi Tuhan justru mengalami penolakan dari lingkungan sekitarnya. Ada orang yang mengatakan sok suci, sok rohani, dan hal-hal yang tidak enak lainnya. Tapi justru dengan hal itulah kita dapat semakin paham dan mengerti perbedaan mana orang yang diurapi oleh  Tuhan dan mana yang tidak.

Kita adalah umat pilihan Allah yang diurapi Allah, Pemazmur memberikan ciri-ciri orang yang diurapi itu, sebagai berikut :
1. Memiliki Kepekaan (Sensitifitas) yang tinggi dan terus mengasahnya
2. Meyakini bahwa Tuhan selalu menyertai orang yang diurapiNya
3. Tiap-tiap yang diurapi Tuhan mengandalkan Tuhan dalam hidupnya
4. Orang yang diurapi Tuhan itu memiliki ibadah yang benar

Berbicara tentang beribadah, saat ini masih banyak orang Kristen yang datang beribadah di gereja tanpa disertai rasa hormat kepada Tuhan, ini terbukti saat memuji Tuhan, mereka enggan membuka mulutnya, tidak serius dan asbun (asal bunyi). Ada pula yang sambil bersenda gurau, bertelepon ria atau mengirim sms padahal firman Tuhan sedang disampaikan oleh hambaNya.

Buku Nyanyian HKBP (BE Bahasa Indonesia) Nomor 273:4 berbunyi: “Orang setia pada Yesusku pasti bahagia hidupnya kelak, yang beribadah pada Yesus teguh, berhati tulus, hidupnya benar, akan sentosa dan bahagia di bumi bahkan di Surga kelak.” Artinya bahwaibadah sejati di hadapan Tuhan (Yesus) adalah ibadah dengan hati yang teguh, tulus dan hidup yang benar. Tampillah sebagai anak yang diurapiNya dengan perilaku dan ibadah yang sejati. Amin. 

Nb: Gambar adalah pembukaan Pesparawi Anak Sekolah Minggu 2016 di DKI

lihat selengkapnya......

11 Februari 2017

MAZMUR 119:1-8 (120217)



BAHAGIA : BERPEGANG PADA KETETAPAN TUHAN 

Menurut kebanyakan orang, hanya ‘uang’, ‘kekuasaan’ atau ‘popularitas’ saja yang bisa mendatangkan kebahagiaan dalam hidup. Hanya sedikit orang memikirkan bahwa yang paling dicari dalam hidup untuk bahagia adalah ’Tuhan!’. Ya, mencari Tuhan. Kehidupan yang kian sulit dan menekan sering membuat kita merubah orientasi dan pencariannya. Kita lebih mengutamakan mencari uang, kedudukan, kekuasaan dan popularitas dari pada mencari Tuhan. Kita rela meninggalkan jalan Tuhan; tidak berpegang firman Tuhan dan hidup bercela demi mendapatkan apa yang dicari. Namun, ternyata tidak mendapatkan apa-apa.

Firman Tuhan mengatakan bahwa orang yang berbahagia adalah mereka yang :
1) Hidup tidak bercela karena menuruti Taurat Tuhan;
2) Berpegang pada peringatan-peringatan Tuhan dan mencari Dia dengan segenap hati;
3) Tidak melakukan kejahatan, tetapi hidup menurut jalan-jalan yang ditunjukan-Nya.
4) Mendengarkan Firman Allah dan yang memeliharanya.

Menurut pemazmur, Tuhan menyampaikan titah-titah-Nya kepada kita agar diperhatikan dan dipegang dengan sungguh-sungguh. Karena itu, jika kita melakukannya maka seumur hidup, kita akan berbahagia dan tidak akan pernah mendapat malu.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, cenderung membuat anak-anak kita khususnya remaja, lebih banyak waktu untuk berkomunikasi dan mencari informasi di internet. Mereka kurang punya waktu mencari Tuhan dan berpegang pada perintah-Nya. Jika ini dibiarkan maka kehidupan anak-anak kita dipastikan tidak bahagia.

Karena itu, kita perlu arahkan mereka untuk selalu mencari Tuhan dan firman-Nya. Sebab jika mereka berpegang pada firman Tuhan dan hidup menurut jalan yang ditujukan-Nya, menjauhi kejahatan maka mereka akan menjadi orang-orang yang berbahagia. Amin.

lihat selengkapnya......

28 Januari 2017

Renungan MAZMUR 15:1-5 (29 Januari 2017)

LAKUKAN KEBENARAN ALLAH 





Mazmur 15 sering disebut sebagai Mazmur yang berisi etika (tata susila) dan moral (nilai kebenaran secara umum). Mazmur yang berasal dari Daud ini memuat dasar etika dan moral secara ringkas, namun di dalamnya terkandung banyak hal yang sangat esensial atau penting untuk kita perhatikan dan tentu berhubungan erat dengan faktor integritas yang harus dimiliki oleh orang-orang percaya. Inilah pesan-pesan moral dan etika yang terkandung dalam Mazmur 15 secara lengkap.
1. Kualitas moral yang tidak bercela. (ay 2)
2. Melakukan apa yang adil dan benar, tidak memanfaatkan kelemahan orang lain, berbuat jahat dan mengambil untung atau kesempatan dari orang yang berada dalam posisi lemah. (ay 2,3,5).
3. Jujur dalam perkataan (ay 2,3)

Ketiga hal ini bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Tetapi inilah pesan-pesan moral dan etika yang sudah selayaknya mewarnai kehidupan orang-orang percaya. Untuk membangun diri yang berkualitas dimana didalamnya terdapat integritas maka Mazmur 15 sudah tentu harus bisa tercermin dari kehidupan kita. Sekali lagi, memang tidak mudah. Tetapi kita bisa mengambil komitmen untuk memulainya dari sekarang. Sebagai warga Kerajaan Allah, mari kita hidup dengan merepresentasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebaik-baiknya. Jika tidak, sulit kita bisa menjadi terang dan garam bagi dunia. Jadilah anak-anak Tuhan yang berkualitas dengan memiliki integritas tinggi. Lakukanlah kebenaran Allah. Amin. 

lihat selengkapnya......

Renungan Matius 4 : 18 – 25


MARI IKUTILAH YESUS


Selama Perang Dunia II, beberapa pesawat pembom B-17 menempuh pernebangan jarak jauh dari daratan AS menuju Saipan, pulau di daerah Pasifik. Saat pesawat-pesawat itu mendarat, mereka disambut oleh sebuah jip yang membawa spanduk bertuliskan “Ikutlah Aku!” Kendaraan kecil itu memimpin semua pesawat raksasa tersebut menuju tempat yang telah disediakan. Seorang pilot yang mengaku bukan orang saleh memberikan komentar yang mengandung pengertian yang dalam: “Jip kecil dengan tanda unik itu mengingatkan saya kepada Yesus. Yesus adalah orang desa [rakyat kecil], tetapi tanpa petunjuk-Nya, orang-orang “besar” di zaman ini akan tersesat.” Sangat penting mengikut Yesus.

Dalam Matius 4 ini, ada dua kelompok orang yang mengikut Tuhan Yesus. Kelompok pertama adalah orang yang dipanggil Yesus secara pribadi (19-22). Tampaknya mereka melihat otoritas Yesus sehingga segera memberikan respons positif, respons yang penuh totalitas. Simon dan Andreas segera meninggalkan jala dan mengikuti Dia (20), Yakobus dan Yohanes segera meninggalkan perahu serta ayahnya lalu mengikuti Dia (22). Secara simbolis, "Meninggalkan jala" berarti meninggalkan pekerjaan lama agar bisa melayani Tuhan sepenuh waktu; dan "Meninggalkan ayah" berarti memprioritaskan Tuhan lebih daripada keluarga. Yang menarik, ada kata "segera" yang melengkapi kedua tindakan tersebut. Berarti tanpa penundaan dan panggilan Yesus bagai sebuah hadiah berharga yang harus segera direbut. Saat itu mereka berada di titik balik dalam kehidupan mereka.

Kelompok kedua adalah orang banyak yang berbondong-bondong mengikut Yesus untuk mendengarkan pengajaran-Nya. Mereka berasal dari berbagai tempat. Mereka mengikut Yesus mungkin juga karena melihat mukjizat dan mengalami kuasa-Nya (23-25).

Kita lihat bahwa orang yang mengikut Yesus ada yang karena dipanggil secara khusus, ada juga yang disebabkan oleh alasan atau kebutuhan tertentu di dalam hidupnya, yang harus dipenuhi. Ini tidak bisa disalahkan, sepanjang orang tidak menjadikan hal itu sebagai tujuan dalam mengikut Yesus sehingga ketika kebutuhannya terpenuhi, Yesus pun dilepaskan.

Kalau begitu, bagaimana mengikut Yesus secara total? Meninggalkan segala sesuatu yang menghalangi kita untuk mengikut Yesus secara total. Kalau kita memang dipanggil secara khusus dan untuk itu kita harus meninggalkan pekerjaan, gumulkan secara serius terlebih dahulu. Namun kadang-kadang sesuatu di dalam diri kita sendiri bisa menghalangi kita: karakter khusus yang harus kita tinggalkan, ego yang menghalangi Kristus menempati posisi utama dalam hidup kita, atau kesenangan-kesenangan tertentu yang membuat Kristus tidak menjadi yang terutama dalam hati. Mintalah Roh Kudus memeriksa hati Anda. Amin.

lihat selengkapnya......

14 Januari 2017

Renungan Yesaya 49 : 1 - 7 (15 Januari 2016)

“KRISTUS MENJADI TERANG BAGI BANGSA-BANGSA”

1.    Hamba Tuhan
Hamba Tuhan, sebagaimana digambarkan dalam kitab Deutero-Yesaya (Yes 40-55), adalah yang dipanggil oleh Tuhan dan dipenuhi oleh kuasa Tuhan. “Lihat itu hambaKu yang kupegang...aku telah menaruh Rohku ke-atasnya (Yes. 42:1)”. Tugas dari hamba Tuhan itu adalah untuk mengembalikan kehidupan orang-orang Israel kepada kehidupan yang takut akan Tuhan.  Hamba Tuhan mempunyai misi kepada Israel. Dia adalah orang yang memulihkan Israel. Di tengah-tengah situasi yang dihadapi oleh bangsa Israel  di dalam pembuangan, Yesaya dipilih Allah  untuk menjadi Nabi “menyuarakan suara kenabian yaitu suara kebenaran Allah”.
Dan Hamba Tuhan dalam nats ini yaitu Mesias sebagai Kristus, yang adalah seorang pribadi, jabatan nabi melekat padaNya, pribadi Israel yang ideal, terang dan  penyelamat. 
Tugas pemanggilan menjadi terang bagi bangsa-bangsa, bahkan bangsa-bangsa yang jauh. Mengapa ? Karena tugas pemganggilan itu tidak lagi didasarkan sebatas kepada Israel, melainkan kepada bangsa-bangsa lain juga. Tugas pemanggilan itu begitu universal, supaya “keselamatanKu” sampai ke ujung bumi.

2.    Menjadi terang bagi bangsa-bangsa
Yesaya dipanggil dan diutus sebagai hamba Tuhan di tengah-tengah pergumulan bangsanya.  Secara spritual , Israel adalah umat yang tidak lagi setia pada Tuhan. Menjelang pembuangan mereka terbukti lebih mengandalkan bangsa lain dibanding Tuhan. Itu sebabnya, Tuhan mengizinkan Israel ditawan dan dibuang di Babel (pergumulan sosial-politik). Ada 3 tugas hamba yang diberikan kepada Yesaya pada Yesaya 49:1-7 “Pertama. Menyatakan keagungan Allah (ayat 3) tugas ini menuntut Yesaya untuk menceritakan kebesaran, keagungan dan kuasa Allah yang sepatutnya diandalkan bangsa Israel. Kedua. Mengembalikan Yakub kepada-Nya (ayat 5) melalui Yesaya Israel dipanggil untuk mengutamakan Tuhan sehingga restorasi rohani akan berdampak pada tegaknya “suku-suku Yakub” (ayat. 6) yang terserak dalam pembuagan. Ketiga, menjadi terang bagi bangsa-bangsa (ayat 6), Ketika Israel dapat dipulihkan maka seluruh Israel akan heran dan turut serta dalam mengakui keagungan dan kuasa Allah dalam kehidupan mereka. Dan dengan demikian bangsa Israel mampu menjadi teladan dan terang bagi bangsa-bangsa lain yang ada disekelilingnya. Ketiga hal inilah tugas dari Yesaya di tengah-tengah bangsa Israel yang hidup dalam pembuangan Babel.

3.    Hamba Tuhan yang sejati adalah Kristus
Hamba Tuhan yang sejati adalah Kristus, Dia terlahir bukan dari kalangan orang terpandang, melainkan dari keluarga yang sederhana. Yesus Kristus yang datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani (Markus 10 : 45). Dia tampil bukan hanya untuk orang Israel, tetapi juga bagi bangsa-bangsa lain. Oleh Dia keagungan Allah dinyatakan di tengah-tengah dunia.  Hingga kelak semua bertekuk lutut di hadapan Allah (Roma 4:11; Yes. 45:23). Kristus adalah terang dan Jurus’lamat dunia, maka setiap orang yang diterangi Kristus menjadi terang di tengah-tengah dunia ini (Mat. 5: 14-16).  Dan Orang yang percaya adalah orang yang menerima Anugerah Tuhan. Sehingga setiap orang yang telah menerima keselamatan dari Allah, ia adalah hamba Tuhan yang dipanggil untuk memberitakan pekerjaan Allah di tengah-tengah duni. Pelayanan apapun dan dimanapun tidak pernah lepas dari persoalan. Namun tantangan dan pelayanan dan kehidupan yang dihadapi di masa sekarang ini tidak menyurutkan semangatnya dalam melaksanakan tugas yang dipercayakan Allah. Amin.


lihat selengkapnya......