PERHATIAN

------------------- Bila kesulitan bisa disampaikan dengan lewat : muribo_psrb@yahoo.com ------------------- muribo_psrb@yahoo.com ------------------- muribo_psrb@yahoo.com ------------------- muribo_psrb@yahoo.com -------------------

11 Februari 2017

MAZMUR 119:1-8 (120217)



BAHAGIA : BERPEGANG PADA KETETAPAN TUHAN 

Menurut kebanyakan orang, hanya ‘uang’, ‘kekuasaan’ atau ‘popularitas’ saja yang bisa mendatangkan kebahagiaan dalam hidup. Hanya sedikit orang memikirkan bahwa yang paling dicari dalam hidup untuk bahagia adalah ’Tuhan!’. Ya, mencari Tuhan. Kehidupan yang kian sulit dan menekan sering membuat kita merubah orientasi dan pencariannya. Kita lebih mengutamakan mencari uang, kedudukan, kekuasaan dan popularitas dari pada mencari Tuhan. Kita rela meninggalkan jalan Tuhan; tidak berpegang firman Tuhan dan hidup bercela demi mendapatkan apa yang dicari. Namun, ternyata tidak mendapatkan apa-apa.

Firman Tuhan mengatakan bahwa orang yang berbahagia adalah mereka yang :
1) Hidup tidak bercela karena menuruti Taurat Tuhan;
2) Berpegang pada peringatan-peringatan Tuhan dan mencari Dia dengan segenap hati;
3) Tidak melakukan kejahatan, tetapi hidup menurut jalan-jalan yang ditunjukan-Nya.
4) Mendengarkan Firman Allah dan yang memeliharanya.

Menurut pemazmur, Tuhan menyampaikan titah-titah-Nya kepada kita agar diperhatikan dan dipegang dengan sungguh-sungguh. Karena itu, jika kita melakukannya maka seumur hidup, kita akan berbahagia dan tidak akan pernah mendapat malu.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, cenderung membuat anak-anak kita khususnya remaja, lebih banyak waktu untuk berkomunikasi dan mencari informasi di internet. Mereka kurang punya waktu mencari Tuhan dan berpegang pada perintah-Nya. Jika ini dibiarkan maka kehidupan anak-anak kita dipastikan tidak bahagia.

Karena itu, kita perlu arahkan mereka untuk selalu mencari Tuhan dan firman-Nya. Sebab jika mereka berpegang pada firman Tuhan dan hidup menurut jalan yang ditujukan-Nya, menjauhi kejahatan maka mereka akan menjadi orang-orang yang berbahagia. Amin.

lihat selengkapnya......

28 Januari 2017

Renungan MAZMUR 15:1-5 (29 Januari 2017)

LAKUKAN KEBENARAN ALLAH 





Mazmur 15 sering disebut sebagai Mazmur yang berisi etika (tata susila) dan moral (nilai kebenaran secara umum). Mazmur yang berasal dari Daud ini memuat dasar etika dan moral secara ringkas, namun di dalamnya terkandung banyak hal yang sangat esensial atau penting untuk kita perhatikan dan tentu berhubungan erat dengan faktor integritas yang harus dimiliki oleh orang-orang percaya. Inilah pesan-pesan moral dan etika yang terkandung dalam Mazmur 15 secara lengkap.
1. Kualitas moral yang tidak bercela. (ay 2)
2. Melakukan apa yang adil dan benar, tidak memanfaatkan kelemahan orang lain, berbuat jahat dan mengambil untung atau kesempatan dari orang yang berada dalam posisi lemah. (ay 2,3,5).
3. Jujur dalam perkataan (ay 2,3)

Ketiga hal ini bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Tetapi inilah pesan-pesan moral dan etika yang sudah selayaknya mewarnai kehidupan orang-orang percaya. Untuk membangun diri yang berkualitas dimana didalamnya terdapat integritas maka Mazmur 15 sudah tentu harus bisa tercermin dari kehidupan kita. Sekali lagi, memang tidak mudah. Tetapi kita bisa mengambil komitmen untuk memulainya dari sekarang. Sebagai warga Kerajaan Allah, mari kita hidup dengan merepresentasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebaik-baiknya. Jika tidak, sulit kita bisa menjadi terang dan garam bagi dunia. Jadilah anak-anak Tuhan yang berkualitas dengan memiliki integritas tinggi. Lakukanlah kebenaran Allah. Amin. 

lihat selengkapnya......

Renungan Matius 4 : 18 – 25


MARI IKUTILAH YESUS


Selama Perang Dunia II, beberapa pesawat pembom B-17 menempuh pernebangan jarak jauh dari daratan AS menuju Saipan, pulau di daerah Pasifik. Saat pesawat-pesawat itu mendarat, mereka disambut oleh sebuah jip yang membawa spanduk bertuliskan “Ikutlah Aku!” Kendaraan kecil itu memimpin semua pesawat raksasa tersebut menuju tempat yang telah disediakan. Seorang pilot yang mengaku bukan orang saleh memberikan komentar yang mengandung pengertian yang dalam: “Jip kecil dengan tanda unik itu mengingatkan saya kepada Yesus. Yesus adalah orang desa [rakyat kecil], tetapi tanpa petunjuk-Nya, orang-orang “besar” di zaman ini akan tersesat.” Sangat penting mengikut Yesus.

Dalam Matius 4 ini, ada dua kelompok orang yang mengikut Tuhan Yesus. Kelompok pertama adalah orang yang dipanggil Yesus secara pribadi (19-22). Tampaknya mereka melihat otoritas Yesus sehingga segera memberikan respons positif, respons yang penuh totalitas. Simon dan Andreas segera meninggalkan jala dan mengikuti Dia (20), Yakobus dan Yohanes segera meninggalkan perahu serta ayahnya lalu mengikuti Dia (22). Secara simbolis, "Meninggalkan jala" berarti meninggalkan pekerjaan lama agar bisa melayani Tuhan sepenuh waktu; dan "Meninggalkan ayah" berarti memprioritaskan Tuhan lebih daripada keluarga. Yang menarik, ada kata "segera" yang melengkapi kedua tindakan tersebut. Berarti tanpa penundaan dan panggilan Yesus bagai sebuah hadiah berharga yang harus segera direbut. Saat itu mereka berada di titik balik dalam kehidupan mereka.

Kelompok kedua adalah orang banyak yang berbondong-bondong mengikut Yesus untuk mendengarkan pengajaran-Nya. Mereka berasal dari berbagai tempat. Mereka mengikut Yesus mungkin juga karena melihat mukjizat dan mengalami kuasa-Nya (23-25).

Kita lihat bahwa orang yang mengikut Yesus ada yang karena dipanggil secara khusus, ada juga yang disebabkan oleh alasan atau kebutuhan tertentu di dalam hidupnya, yang harus dipenuhi. Ini tidak bisa disalahkan, sepanjang orang tidak menjadikan hal itu sebagai tujuan dalam mengikut Yesus sehingga ketika kebutuhannya terpenuhi, Yesus pun dilepaskan.

Kalau begitu, bagaimana mengikut Yesus secara total? Meninggalkan segala sesuatu yang menghalangi kita untuk mengikut Yesus secara total. Kalau kita memang dipanggil secara khusus dan untuk itu kita harus meninggalkan pekerjaan, gumulkan secara serius terlebih dahulu. Namun kadang-kadang sesuatu di dalam diri kita sendiri bisa menghalangi kita: karakter khusus yang harus kita tinggalkan, ego yang menghalangi Kristus menempati posisi utama dalam hidup kita, atau kesenangan-kesenangan tertentu yang membuat Kristus tidak menjadi yang terutama dalam hati. Mintalah Roh Kudus memeriksa hati Anda. Amin.

lihat selengkapnya......

14 Januari 2017

Renungan Yesaya 49 : 1 - 7 (15 Januari 2016)

“KRISTUS MENJADI TERANG BAGI BANGSA-BANGSA”

1.    Hamba Tuhan
Hamba Tuhan, sebagaimana digambarkan dalam kitab Deutero-Yesaya (Yes 40-55), adalah yang dipanggil oleh Tuhan dan dipenuhi oleh kuasa Tuhan. “Lihat itu hambaKu yang kupegang...aku telah menaruh Rohku ke-atasnya (Yes. 42:1)”. Tugas dari hamba Tuhan itu adalah untuk mengembalikan kehidupan orang-orang Israel kepada kehidupan yang takut akan Tuhan.  Hamba Tuhan mempunyai misi kepada Israel. Dia adalah orang yang memulihkan Israel. Di tengah-tengah situasi yang dihadapi oleh bangsa Israel  di dalam pembuangan, Yesaya dipilih Allah  untuk menjadi Nabi “menyuarakan suara kenabian yaitu suara kebenaran Allah”.
Dan Hamba Tuhan dalam nats ini yaitu Mesias sebagai Kristus, yang adalah seorang pribadi, jabatan nabi melekat padaNya, pribadi Israel yang ideal, terang dan  penyelamat. 
Tugas pemanggilan menjadi terang bagi bangsa-bangsa, bahkan bangsa-bangsa yang jauh. Mengapa ? Karena tugas pemganggilan itu tidak lagi didasarkan sebatas kepada Israel, melainkan kepada bangsa-bangsa lain juga. Tugas pemanggilan itu begitu universal, supaya “keselamatanKu” sampai ke ujung bumi.

2.    Menjadi terang bagi bangsa-bangsa
Yesaya dipanggil dan diutus sebagai hamba Tuhan di tengah-tengah pergumulan bangsanya.  Secara spritual , Israel adalah umat yang tidak lagi setia pada Tuhan. Menjelang pembuangan mereka terbukti lebih mengandalkan bangsa lain dibanding Tuhan. Itu sebabnya, Tuhan mengizinkan Israel ditawan dan dibuang di Babel (pergumulan sosial-politik). Ada 3 tugas hamba yang diberikan kepada Yesaya pada Yesaya 49:1-7 “Pertama. Menyatakan keagungan Allah (ayat 3) tugas ini menuntut Yesaya untuk menceritakan kebesaran, keagungan dan kuasa Allah yang sepatutnya diandalkan bangsa Israel. Kedua. Mengembalikan Yakub kepada-Nya (ayat 5) melalui Yesaya Israel dipanggil untuk mengutamakan Tuhan sehingga restorasi rohani akan berdampak pada tegaknya “suku-suku Yakub” (ayat. 6) yang terserak dalam pembuagan. Ketiga, menjadi terang bagi bangsa-bangsa (ayat 6), Ketika Israel dapat dipulihkan maka seluruh Israel akan heran dan turut serta dalam mengakui keagungan dan kuasa Allah dalam kehidupan mereka. Dan dengan demikian bangsa Israel mampu menjadi teladan dan terang bagi bangsa-bangsa lain yang ada disekelilingnya. Ketiga hal inilah tugas dari Yesaya di tengah-tengah bangsa Israel yang hidup dalam pembuangan Babel.

3.    Hamba Tuhan yang sejati adalah Kristus
Hamba Tuhan yang sejati adalah Kristus, Dia terlahir bukan dari kalangan orang terpandang, melainkan dari keluarga yang sederhana. Yesus Kristus yang datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani (Markus 10 : 45). Dia tampil bukan hanya untuk orang Israel, tetapi juga bagi bangsa-bangsa lain. Oleh Dia keagungan Allah dinyatakan di tengah-tengah dunia.  Hingga kelak semua bertekuk lutut di hadapan Allah (Roma 4:11; Yes. 45:23). Kristus adalah terang dan Jurus’lamat dunia, maka setiap orang yang diterangi Kristus menjadi terang di tengah-tengah dunia ini (Mat. 5: 14-16).  Dan Orang yang percaya adalah orang yang menerima Anugerah Tuhan. Sehingga setiap orang yang telah menerima keselamatan dari Allah, ia adalah hamba Tuhan yang dipanggil untuk memberitakan pekerjaan Allah di tengah-tengah duni. Pelayanan apapun dan dimanapun tidak pernah lepas dari persoalan. Namun tantangan dan pelayanan dan kehidupan yang dihadapi di masa sekarang ini tidak menyurutkan semangatnya dalam melaksanakan tugas yang dipercayakan Allah. Amin.


lihat selengkapnya......

05 Januari 2017

Selamat Datang Tahun Pendidikan HKBP 2017


lihat selengkapnya......

HADIR DALAM KETAATAN (Matius 3 : 13 - 17)



Matius pasal 3 ini merupakan pelayanan Yohanes, kehadiran Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dengan sebuah pemberitaan: Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat, telah menjadikan penduduk Yerusalem, Yudea dan sekitar Yordan mengaku dosa dan memberi dirinya untuk dibaptis oleh Yohanes. Baptisan yang dilakukan oleh Yohanes adalah Baptisan pertobatan. Namun, ditengah-tengah pelayanan Yohanes membaptis orang banyak, Yesus juga datang dari Galilea untuk memberi diri dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Kehadiran Yesus tentu saja membuat Yohanes Pembaptis terkejut bahkan ia berkata : Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu dan Engkau yang datang kepadaku?.
Bagaimana menurut Saudara tentang pertanyaan Yohanes tersebut ? Pernyataan yang disampaikan oleh Yohanes kepada Yesus sangat masuk akal. Dan saya kira kita juga sepakat bahwa Yohanes tidak layak untuk membaptis Yesus. Sekilas kita melihat bagaimana Yohanes menolak untuk melakukan tugas mulia itu kepada Yesus. Apalagi Yohanes memahami bahwa Yesus adalah Tuhan dan sudah dipastikan bahwa Yesus tidak berdosa sehingga tidak layak untuk menerima baptisan pertobatan yang sedang dilaksanakan oleh Yohanes. Tetapi Yesus menjelaskan bahwa kedatangan-Nya adalah penggenapan seluruh kehendak Bapa dan tentu sikap ini sebagai perwujudan bahwa Ia taat kepada Bapa yang telah mengutus-Nya. Bukankah sering sekali juga kita ‘berpikir’ bahwa saya tidak layak untuk melakukan tugas ini atau pelayanan itu.

Memang, kerendahan hati sangat perlu ditekankan dalam menjalani hidup ini, namun ketika Tuhan telah menetapkan kita untuk melakukan suatu pekerjaan atau pelayanan, maka sebaiknya kita melakukannya sebagai wujud ketaatan kepada Bapa yang telah mempercayakannya kepada kita.  Perhatikan sekali lagi jawaban Yesus yang mengatakan “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Tuhan”. Kata kita di sini berarti setiap orang yang telah percaya hendak melakukan dan tunduk di bawah kehendak Tuhan.

Berikutnya, setelah Yesus selesai dibaptis dan keluar dari air, maka langit terbuka sebagai simbol bahwa Yesus telah memperbaharui hubungan yang telah retak antara Allah dengan manusia dan Yesus sendirilah yang menjadi jalan pendamaian itu. Lalu, Roh Allah turun ke atas Yesus sebagai simbol pelantikan / peneguhan dan suara yang dari sorga “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan” sebagai simbol pengutusan dalam memulai tugas pelayanan. Dalam peristiwa ini Allah menyatakan diri-NYA kepada manusia bahkan ke-Tritunggalan Allah sekaligus juga dinyatakan melalui peristiwa pembaptisan.

Bagaimana Respon kita terhadap renungan ini:
1) Ketaatan kepada Tuhan akan memampukan kita untuk mengerti dan melihat rencana Tuhan dalam hidup. Mula-mula Yohanes menolak membabtis Yesus, karena ia merasa bahwa Yesus jauh lebih besar darinya. Tetapi setelah Yesus menjelaskan Yohanespun tunduk melakukannya. Kadang-kadang kita keberatan atau bersikeras untuk tidak mentaati Tuhan karena kita kurang mengerti, karena kita memakai pikiran kita, padahal banyak sekali perbuatanNya yang ajaib. Tetapi ketika kita sudah tahu, sudah diberi penjelasan kita seharusnya sudah tunduk. 

2) Ketaatan membutuhkan pengorbanan, Yesus menganggap babtisan itu penting, karena itu jauh dari Galilea Ia datang ke Yordan untuk dibabtis oleh Yohanes. Yesus mentaati BapaNya dalam segala hal. Penyerahan diriNya membawaNya dari puncak popularitas menuju keadaan dimana Dia akan ditinggalkan, dari keadaan di elu-elukan orang banyak menuju pada penderitaan dan kesendirian. Oleh karena itu marilah dengan kerelaan hati kita taat kepada Tuhan dalam segala hal, karena kita tahu bahwa terlalu besar jumlah berkatNya kepada kita untuk dihitung (maz 40:6). Percayalah kepada Tuhan, Dia yang memegang kendali. Dengan demikian kita bisa berserah, relaks, tidak khawatir atau stress. Jangan merasa kecewa, marah, kecil hati ketika rencana kita tidak seperti yang kita harapkan. Percayalah Tuhan menyediakan yang lebih baik bagi kita. Amin.


lihat selengkapnya......

31 Desember 2016

Selamat Tahun Baru 2017

Kami sekeluarga
Pdt. Muribo Pasaribu, STh /
Sylvia br Tambunan, SS, SPd
Beserta Phoebe dan Jordan

Mengucapkan

SELAMAT TAHUN BARU
01 JANUARI 2017

TAHUN KELIMPAHAN

lihat selengkapnya......